Previous Drunk.



Jika minuman yang disuguhkan hanya sebuah larutan dari substansi tunggal. maka sudah pasti seperti banyak kritikus akan memberi penilaian setidaknya dibawah 2 dari 5. tawar. apalagi lidah yang terbiasa menenggak secangkir perisa. 


Patah mana lagi yang harus ditumbuhkan? pupuk mana lagi yang harus digunakan? akankah ketiadaan bisa memantaskan jalan? atau lebih tepatnya lagi sanggupkah nanti bila tertatih dan kehilangan satu lagi arah dan tujuan?

Dambaan hubungan sehat nampaknya seperti sebuah bualan. lelah dengan tatapan fisikal. atau yang seolah datang tapi tak pernah menghadirkan. cumbumu rayuan menjijikkan. waktuku terbuang. hanya beberapa rengekan. bukan singgungan. yang kuberikan hanya dorongan. dialog dan peran sudah kumainkan. selebihnya selesaikan. apa gunanya jika prinsip yang coba kujelaskan dengan lemah sekaligus tegas kuutarakan tiada penghargaan.

Lelah dengan pencadangan. tapi sungguh sialan. berkutat lagi dengan harapan. kala keduanya enggan memperjuangkan. hanya permainan nyaman. atau pembicaraan yang tak pernah berhadapan. sedikit banyak tuturmu mepengaruhiku. mengubah jalanku. kuakui kau sedikit terhebat yang berlalu. begitupun kuhargai keyakinanmu. jika boleh nanti giliranku mengajukan tantangan dan kenyataan. seperti sebuah spoiler film box office ternama yang selalu dinantikan endingnya. tantangannya: beranikah memulai dengan bekas luka? atau kenyataan: kau dan aku hanyalah pengecut.

Banyak juga lelah yang tidak berkesan. atau versi terbarukan dari lelah yang kubiarkan berparkiran dihalaman tanpa satupun yang diinjinkan bertandang. karna jujur saja belum ada yang menunggangi sebuah campervan terbaru ataupun hasil modifikasi dan meneriakan seruan sudut antartika. jika kau paham maksutku.

ah sudahlah. masih panjang. tak berkesan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.