Nilai.



Pada dasarnya semua orang punya kapasitas sama. kemampuan sama. toh juga waktu lahir gada bayi yang tiba-tiba jadi juara olympic marathon. yang beda letaknya di usaha. seberapa kita mau tumbuh. berkembang. berjuang. bahkan gagalpun dalam hitungan. sama kayak bayi. bayi yang bisa jalan ataupun bicara lebih cepet dari usia rata-rata. pun hasil dari latihan motorik. gua gatau maksud gua barusan tapi masa bodo lah. haha.

Banyak nilai dalam diri gua yang berubah. entah itu dalam kurun waktu lima tahun terakhir ataupun dasar nilai yang gua pegang seminggu kemaren. Mungkin ini yang dimaksud efek menjelang memasuki kepala dua. secara ga sadar tuntutan menjadi dewasa itu benar. kalo dirunut lagi juga ngapain gua pernah update status di sosmed tentang apa yang barusan gua makan. ato foto tempat-tempat aesthetic yang gua kunjungin. bahkan mekanisme pengindahan dicampakkan. tapi itupun ga salah. itu pilihan. pilihan gua untuk eksistensi diri. toh jika kalian melakukan hal yang sama juga bukan golongan ironi. kembali lagi ini merupakan nilai (dalam diri gua) yang berubah. atau lebih tepatnya diubah. mengurung diri dari bingarnya portal informasi dan komunikasi yang penuh dengan karakterisasi dini. filterisasi. sebuah remedi. dengan tujuan berbeda. mungkin juga sekilas sama.

Menaut di topic sebelumnya mengenai latar belakang (Prolog.) gua bikin blog ini. dimana disana gua mengeluarkan statement keinginan gua untuk dihargai. sebuah penekanan yang menimbulkan tragedi. ditarik dari sisi realistik. manusia ga bisa dipaksakan menjadi istimewa. lingkup kita terlalu sempit untuk diketegorikan berharga. hakikatnya selalu ada yang lebih unggul dari kita. bagian terberatnya adalah penerimaan. perbaikan. lalu berkembang.

lantas? persetan para motivator! ga juga. tak ingin naive guapun juga tumbuh dari omong kosong mereka. yang lucunya kadang terasa benar.

Hm. dari kasus gua. orientasi nilai ini gua alihkan menjadi keinginan untuk turut andil peran. untuk bertanggung jawab dengan setiap pilihan yang gua ambil. mengusahakan sebaik mungkin. mengenai penilaian akhir biar orang lain yang mengukir. pun pilihan gua untuk tidak mengambil pusing suatu problematika tertentu. tidak memperdulikan. menghiraukan. harapannya gua ga perlu mengalami tekanan mental lagi. struggling keletihan fisik. dimana dalam sistem tertentu gua merasa itu perlu.

Berada dirumah ngebuat gua bernostalgia dengan nilai-nilai sederhana dan cukup konvensional yang justru bekerja tepat sasaran. misalnya saja pertengkaran kecil yang menjadi titik balik kerukunan. dibanding memasukkan kata kunci di pencarian google ataupun tips menjadi bahagia dari kontener youtube. yang gua yakin merekapun juga masih berjuang.

well. nilai juga ga serta merta become permanent. perlu training dan gagal berkali-kali. sampai kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan klise interviewer tanpa mengarahkan bola mata ke samping. ok udah ya. kucing gua ngantuk. ga nyambung. iya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.