Past Org.
Dunia organisasi. pandangan orang awam bakal ngerujuk ke segelintir orang yang terpilih. populer. berpengaruh. setidaknya dalam lingkup tertentu. pun gua pernah berada di fase itu. sedikit lebih sama. sayang. what i found is clearly not only popularity. kinda more in gaining a lot of abilities. opportunities. even boosting kepercayaan diri.
Penyimak hidden background pasti tau im an axienty survivor. ada guru sebut aja Mr. B entering gua ke organisasi sekolah pas gua lagi jatoh-jatohnya. waktu itu masih menengah pertama. dalam beberapa hal dia paham apa yang udah gua laluin. beliau satu-satunya yang merangkul. dan untuk itu gua sangat berterimakasih. balik lagi. organisasi ini cukup superior pada masanya. ketika lu masuk di kumpulan orang-orang ini otomatis lu dikenal. bahkan sampe ke pojok kelas paling angker sekalipun. bagai tiket VVIP kalo mau masuk organisasi lain. tentu aja koin ga cuman satu sisi. gua belajar apa itu teamwork. public speaking. responsibility. disipline. walau kadang masih sedikit mangkir.
Sialnya gua terlalu asik. entah faktor ekstern juga. sampe akhirnya gua nemu tujuan baru. masuk daftar 10 siswa teladan. mulai kelas 9 gua bener-bener stop dari aktivitas organisasi. ga peduli segala bentuk bualan. dan memutuskan become a nerd and get off my phone. yang gua yakini sebagai keputusan paling berani dalam sejarah hidup gua. dan yap posisi ketiga. yang sepertinya gua belum cukup puas saat itu.
The decission lead me to the bigger opportunities. tapi kali ini skip aja. bukan itu topicnya. cuz thats true. gua ngabisin masa-masa SMA gua berkutat dengan buku. even gua selalu punya kelas karantina pribadi. well sometimes i found proud of myself. am i? did i?
Campus life feels like disodorin penawar dari pil ekstasi kenyamanan. pendapat bisa secara gamblang diutarakan. serasa kemerdekaan tongkat yang dipegang. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! takdir menuntun gua untuk sedikit gagal dan sedikit kesempatan untuk berkembang lewat salah satu PTN ternama. world class university labelnya. kaderisasi? pengalaman seru. bahkan terkadang gua berharap biar lebih seru. semoga kalian paham konteksnya wk.
Kelilit proker dan berbagai kegiatan kepanitiaan udah jadi makanan sehari-hari. tapi jujur. lately muncul bermacam konflik mengenai keinginan gua untuk melepaskan. sungguh semua berkesan. tapi kadang kala ada benarnya untuk lebih sedikit mengambil peran. ga semua harus dikerjakan. fokus dalam sedikit peran yang disana gua ngerasa bener-bener berkembang dan merasa kehadiran gua diperlukan. kontribusi gua dipertimbangkan. but yap tapi gua masih pengecut untuk menyampaikan. untuk yang masih terprioritaskan semoga tetep amanah. ego terkelola. dan terhindar dari puitisasi tameng frasa. ditunggu final decissionnya.
Penyimak hidden background pasti tau im an axienty survivor. ada guru sebut aja Mr. B entering gua ke organisasi sekolah pas gua lagi jatoh-jatohnya. waktu itu masih menengah pertama. dalam beberapa hal dia paham apa yang udah gua laluin. beliau satu-satunya yang merangkul. dan untuk itu gua sangat berterimakasih. balik lagi. organisasi ini cukup superior pada masanya. ketika lu masuk di kumpulan orang-orang ini otomatis lu dikenal. bahkan sampe ke pojok kelas paling angker sekalipun. bagai tiket VVIP kalo mau masuk organisasi lain. tentu aja koin ga cuman satu sisi. gua belajar apa itu teamwork. public speaking. responsibility. disipline. walau kadang masih sedikit mangkir.
Sialnya gua terlalu asik. entah faktor ekstern juga. sampe akhirnya gua nemu tujuan baru. masuk daftar 10 siswa teladan. mulai kelas 9 gua bener-bener stop dari aktivitas organisasi. ga peduli segala bentuk bualan. dan memutuskan become a nerd and get off my phone. yang gua yakini sebagai keputusan paling berani dalam sejarah hidup gua. dan yap posisi ketiga. yang sepertinya gua belum cukup puas saat itu.
The decission lead me to the bigger opportunities. tapi kali ini skip aja. bukan itu topicnya. cuz thats true. gua ngabisin masa-masa SMA gua berkutat dengan buku. even gua selalu punya kelas karantina pribadi. well sometimes i found proud of myself. am i? did i?
Campus life feels like disodorin penawar dari pil ekstasi kenyamanan. pendapat bisa secara gamblang diutarakan. serasa kemerdekaan tongkat yang dipegang. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! takdir menuntun gua untuk sedikit gagal dan sedikit kesempatan untuk berkembang lewat salah satu PTN ternama. world class university labelnya. kaderisasi? pengalaman seru. bahkan terkadang gua berharap biar lebih seru. semoga kalian paham konteksnya wk.
Kelilit proker dan berbagai kegiatan kepanitiaan udah jadi makanan sehari-hari. tapi jujur. lately muncul bermacam konflik mengenai keinginan gua untuk melepaskan. sungguh semua berkesan. tapi kadang kala ada benarnya untuk lebih sedikit mengambil peran. ga semua harus dikerjakan. fokus dalam sedikit peran yang disana gua ngerasa bener-bener berkembang dan merasa kehadiran gua diperlukan. kontribusi gua dipertimbangkan. but yap tapi gua masih pengecut untuk menyampaikan. untuk yang masih terprioritaskan semoga tetep amanah. ego terkelola. dan terhindar dari puitisasi tameng frasa. ditunggu final decissionnya.


Tidak ada komentar